#Pregnancy

Setelah liburan singkat ke Sangiang kemarin, saya berencana liburan lagi di bulan berikutnya. Saya dan suami merasa kami masih kekurangan vitamin ‘sea’ :lol:. Tapi karena beberapa hal, niat itu akhirnya kami urungkan, belum lagi beberapa hari kemudian saya selalu saja sakit perut. Awalnya saya hanya menganggap nyeri haid, karena memang sudah dekat dengan jadwalnya. Tapi karena ‘tamunya’ tak kunjung datang, Ibu saya menyuruh saya ke dokter saja. Takut ada apa-apa, katanya. Awalnya saya ogah-ogahan ke dokter, karena sudah 2 bulan ini saya sudah tidak mengkomsumsi obat-obatan dari dokter, bisa dibilang saya menghentikan semua program saya. Setelah tujuh bulan lebih meminum obat, bolak balik dokter, pemeriksaan ini itu yang kadang-kadang bikin saya meringis, saya menyerah untuk beberapa saat. Pingin istirahat aja.

“ibu, udah telat berapa minggu?” tanya dokternya

“hmm..kayanya baru 3 – 4 hari dok” jawab saya

“udah pernah testpack?”lanjutnya, saya geleng-geleg kepala

“ibu hamil!” saya pun melongo, dan suami saya tiba-tiba terisak.

“serius dok? beneran?”

“liat bu, ini kantungnya..kira-kira baru berumur 3 minggu”

Alhamdulillahh…

Saya ga pernah menyangka akan secepat ini, tidak ada perasaan apa-apa juga. Usia pernikahan saya dan suami 1 tahun 2 bulan dan buat yang belum tahu, saya menderita PCOS, dimana sel telur saya kecil,banyak dan tidak dapat berkembang untuk dibuahi (baca disini). Di masa program itu, saya menjalani diet, terapi hormon dan juga beberapa pemeriksaan termasuk HSG. Dokter bilang, saya harus meminum pil KB supaya haid saya teratur, dan karena berat badan saya naik drastis setelah nikah, dokter menyarankan agar saya diet dan olahraga. Yahh..setidaknya saya bisa turun 3 – 4 Kilo. Overnight oat menjadi pilihan saya di pagi hari, tiap malam saya akan ‘meracik’ oat dengan beberapa topping diatasnya untuk dimakan esok paginya. Di pagi hari, saya sibuk memeras setengah lemon dicampur madu. Saya pun menghindari gorengan dan mengurangi nasi. Di sore hari, saya dan suami ngegym. Biasanya seminggu 3 – 4 kali. Berat saya berhasil turun 2 kilo. Saya senang, BB saya turun & pil KB nya mengurangi jerawat di wajah saya 😆 tapi saya tak kunjung hamil. Tiap bulan saya bolak balik dokter untuk memeriksa apakah sel telur saya sudah berkembang atau belum. Jika belum dokter akan memberikan obat penyubur dan obat untuk memperbesar sel telur berikut jadwal ‘masa subur’ saya,  dan begitu seterusnya tiap bulan. Sampai pada akhirnya dokter menyarankan saya HSG. Semacam test untuk mengetahui bagaimana keadaan saluran telur saya. Apesnya, suami saya berhalangan untuk hadir menemani saya karena sedang dinas. Lebih apesnya lagi, di pemeriksaan HSG saya sempat pingsan saking sakitnya. Susternya sempat melongo waktu saya bilang saya hanya sendiri kesini, saya istirahat di meja pemeriksaan sambil memakan oat saya dan juga teh manis yang diberikan suster, dan siangnya saya kembali ke kantor.

Hasil HSG-nya, terbukti bahwa ada penyumbatan di salah satu saluran telur saya, dokter menghibur saya dan berkata jangan khawatir, kalo satu tersumbat masih ada 1 saluran lagi. Saya berusaha positif thinking, dan dokter akhirnya menyuruh suami saya untuk analisa sperma. Hasilnya pun agak membuat kami sedih. Sperma suami saya banyak, tapi kualitasnya tidak bagus. Saya lupa nama istilah kedokterannya. Saya memegang tangannya erat-erat saat itu. Berusaha meyakinkan semua akan baik-baik saja. Seperti biasa dokter memberikan obat, tapi sudah menghentikan pil KB saya.

Sekitar 2 bulan kemudian, saya sudah ogah-ogahan mengkomsumsi obat dokter. Saya capek, lelah, dan ingin istirahat dari program ini. Akhirnya saya dan suami berhenti meminum semua obat dokter, dan saya akhirnya konsen ngerencanain travelling dan liburan untuk kami 😆 Tepat 2 bulan setelah saya tidak lagi program, dokter menyatakan saya hamil. Sungguh berita yang sangat menggembirakan buat kami. Apalagi kami sama sekali sudah pasrah waktu itu. Saat ini, calon dekbay sudah berumur 17 minggu. Kalo ditanya enak ga hamil? pasti saya bilang enak, soalnya bisa makan terus :lol:.

Photo 12-11-15 11.48.57

hasil USG #BabyPimpim ketika berumur 2 bulan

Buat kalian para PCOS’er, yang sampai sekarang belum diberikan ‘titipan’ oleh Tuhan. Tetap berusaha dan berdoa ya. Yakin, dibalik semua itu Tuhan punya rencana yang indah buat kalian. Mungkin Tuhan memang sengaja menundanya, dengan berbagai macam alasan. Tapi Tuhan punya rencana yang terbaik untuk kita.

 

Photo 12-12-15 14.31.14

i’m in #10Weeks #Pregnancy

 

Semangat!!!

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s