mengASIhi ketika umroh

Alhamdulillah beberapa bulan yag lalu saya diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama suami. Sebenarnya rencana umroh sudah ada dari tahun lalu, tapi dikarenakan saya hamil, maka rencana itu kami undur. Pertanyaan pertama ketika kami memutuskan untuk umroh adalah…apakah plincess a.k.a anak kami perlu dibawa? Ini semacam dilema bin galau buat emaknya, secara emaknya ga pernah pisah semalam pun dari plincess karena plincess selalu bangun malam2 buat minta nen.

“bawa ajaaa, kan masih kecil ini, masih gampang digendong kemana-mana. Banyak kok sekarang ibu2 yang membawa anaknya, apalagi orang arab”

“ga usah, nanti kamu ibadahnya ga terlalu khusuk karena harus ngurus anak, butuh tenaga extra kalo bawa anak”

Dan, kami memutuskan untuk menitipkan plincess ke abah dan umminya selama kami umroh 😦 lalu pertanyaan lain pun muncul. Kalo plincess ga dibawa, berarti saya harus e-ping (exclusive pumping) selama disana dong! Jeng jeng!!!!!. Dalam hati saya keder juga, karena terus terang makin lama jadwal pumping saya makin berantakan apalagi kalo pisah dari anak πŸ™„Β  Lalu, saya mulai browsing sana sini, baca blog emak-emak yang kudu pumping selama beberapa waktu dan bagaimana me-manage agar ASIP senantiasa beku dan dingin. Jadi, apa saja persiapannya?

1. Cooler bag / Cooler box

Awalnya saya mau membawa cooler box (iyya, box yang gede itu) untuk menampung asip kalo pulang nanti. Kalo di acehardware harganya bisa sekitar 500an ribu keatas. Mahal yah? Iyya πŸ˜…. Tapi setelah saya baca dan tanya sana sini lalu mempertimbangkan jadwal pumping saya, akhirnya saya malah beli cooler bag merek mobicool Karena katanya tas ini bisa lumayan menahan dingin lebih lama dari tas2 lainnya. Sedikit tips buat buibuk eping yg mau perjalanan jauh dan sedikit hemat, gunakanlah styrofoam box! Konon, ini lebih tahan lama dari cooler box yang mehong itu. Tapi kenapa saya ga pake itu? Karena ga mau rempong! (Jgn ditiru yahπŸ˜‚πŸ˜‚).

WhatsApp Image 2017-08-13 at 22.34.56

modal nekat cuman bawa 2 cooler bag, not even cooler box *jewer*

2. Plastik asi

Pakai botol tentu saja memakan tempat dan juga berat. Terserah buibuk mau merek apa, bebas! Hitung kira2 berapa kali jadwal pumping dalam sehari. Kalo tetiba kantong asinya kurang? Tenang di supermarket Bin Dawood ada kantong asi kok, harganya sekitar 19 riyal.

WhatsApp Image 2017-08-13 at 22.34.55

kantong ASI di bin dawood.

3. Ice gel & blue ice

Katanya, blue ice keluaran lokal itu lebih dingin dan tahan lama daripada keluaran luar. Akhirnya saya membawa 4 blue ice gede merek, dan 4 ice gel merek.. perhitungan saya, 2 blue ice gede+ 2 ice gel untuk tiap tas.

whatsapp-image-2017-08-13-at-22-35-01.jpeg

lokal punya..

4. Aluminum foil

Dengan membungkus asip dengan aluminum foil suhu dingin akan tetap terjaga dan asip akan lebih lama cairnya. Oia, selain aluminum foil katanya kita juga bisa menggunakan kertas koran. ( My mom used to wrap her frozen fish with newspaper when she has a flight from makassar to jakarta and it’s proved! πŸ˜‚πŸ˜‚).

aluminium foil

pic from google

5. Apron

Mengingat tidak semua tempat ada nursing roomnya. Jadi ga ada salahnya membawa apron untuk jaga-jaga. Apalagi kalo mau pumping di pesawat nanti.

6. Pompa ASI

Saya bawa pompa asi avent yang manual, selain lebih ringkes, ga rempong dan lebih ringan tentunya.

pompa asi avent

pic from google

7. Niat

Tentu saja harus disiapkan niat yang keras dalam pumping kali ini, karena saya belum pernah sekalipun berpisah dengan anak jadi ga pernah begadang buat pumping. (Kecuali waktu plincess masih 0-2 bulan).

Lalu realisasinya bagaimana?

Awalnya berlangsung baik-baik saja, sekali pumping saya bisa dapat 100ml. Jadwal pumping saya, sebelum solat subuh, jam 10 pagi, sebelum ashar, dan setelah magrib dan sebelum tidur. Rajin yah? hehhehe.. Tapi itu hanya bertahan waktu saya di Madinah, setelah kami pindah ke Mekkah,,,byaarrrrrrr! πŸ˜† Jadwal pumping saya jadi berantakan. Tapi gpp lah, setidaknya saya membawa ole-ole buat plincess *alesyannn πŸ˜›

Selama disana, saya menitipkan blue ice, dan beberapa kantong ASIP di restaurant, alhamdulillah orangnya baik. Bahkan agak bengong waktu saya kasih tahu itu ASI :mgreen: Untungnya juga hotel yang saya tinggali mempunyai kulkas kecil ditiap kamarnya, bahkan bis yang saya tumpangi dari Mekkah ke Jeddah mempunyai kulkas. Saya tidak menitipkan/membekukan semua ASIP saya yah, karena pada prinsipnya ASI tahan di suhu kulkas itu selama 5 hari, sedangkan lama umroh saya 12 hari jadi saya membekukan ASIP saya hanya pada 1 minggu pertama saja, sisanya saya masukin ke kulkas biasa di kamar.

Setibanya saya di Indonesia, saya bersyukur ASIP saya ga ada yang tumpah atau pun kantongnya bocor. Walaupun ga semuanya beku, ada beberapa yang sudah mencair. Yang mencair saya berikan langsung ke plincess untuk segera diminum. Fyi ya buibuk, cooler bag saya taruh di kabin bukan di bagasi (ini dikarenakan jumlah ASI saya ga terlalu banyak-banyak amat). Lalu perjalanan dari mekkah – jeddah saya menitipkan cooler bag di kulkas bus. Untuk perjalanan Jeddah – Indonesia, pesawatnya direct flight sehingga menghemat waktu di perjalanan dibandingkan jika transit. Ternyata LDR dengan anak itu ga mudah ya buibuk, saya salut kepada ibu-ibu diluar sana yang LDR dengan anak tapi masih berusaha untuk memberikan ASI kepada anaknya. Alhamdulillah sekarang sudah banyak ibu-ibuk pekerja yang menyadari betapa pentingnya ASI untuk bayinya, sehingga rela menyisihkan sedikit waktunya untuk pumping. Semoga di bulan pekan ASI ini, kita makin semangat untuk mengASIhi ya..semangat buibuk! πŸ˜€

PS: sedikit tips, ada beberapa maskapai yang bersedia untuk dititipkan ASIP di lemari pendinginnya. Ga ada salahnya untuk bertanya ke pramugarinya, kalo pun tidak bisa, kita bisa meminta es batu yang cukup banyak untuk ditaruh didalam cooler bag. Dan oia, peraturan larangan perihal jumlah cairan pada penerbangan internasional tidak berlaku untuk ASI ya karena sudah ada undang-undangnya sendiri.

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s