trave(love)ing

Haii.. 🙂

Kali ini saya mau review, dan sepertinya saya belum pernah mereview buku sebelumnya, jadi maap-maap aja yak kali reviewnya agak ‘kurang’. Akhir-akhir ini saya jadi suka membeli buku lagi, walaupun saya sadar di rak buku saya masih ada 4 buku yang belum terjamah sama sekali *inilah akibat lapar mata*. Buku pertama trave(love)ing, saya beli setelah membaca referensi dari @arievrahman di blognya. Tau kenapa? Setelah mendengar kata move on tiba-tiba saja saya harus membaca buku ini, toh saya juga doyan travelling ini #alasan . Buku kedua & ketiga, saya beli lagi-lagi karena para penulisnya sangat akrab di timeline saya di twitter. Tapi, sepertinya saya akan mereview buku pertama dulu, so here we go.. TRAVE(LOVE)ING..

Dikepala saya waktu mendengar kata ini, adalah seseorang yang doyan travelling dan akhirnya menemukan cinta,dan ouppss..saya salah ternyata. It’s about how the journey can heal the pain in your heart *tsahhh..bahasa gue * 😆

Jadi, di buku ini terdapat 4 cerita dari @gelaph, @myahartono, @dendiriandi, @saputraroy. Masing-masing mempunyai kisah yang menarik tentang perjalanan mereka, @gelaph yang memilih Bali untuk hang out dengan teman-temannya, @dendiriandi yang awalnya ingin melupakan mantan dengan travelling ke Singapore tapi malah  membelah 3 negara dengan jalur darat, @myaharyono yang menemukan betapa eksotisnya dubai dengan tarian perutnya dan @ saputraroy yang memilih menonton pertandingan olahraga dinegeri Jiran dengan persiapan hanya 10 hari sebelum hari H. 4 orang ini memilik kesamaan, ingin move on *am I right? * :mrgreen: . Move on dengan travelling? Bukan ide yang buruk bukan? Membaca buku ini membuat saya membayangkan betapa serunya pengalaman-pengalaman mereka di buku ini, ohh..i love travelling, saya jadi kangen masa-masa ketika masih muda dulu melanglang kemana-mana, dan ada satu lagi yang saya sukai dari buku ini, #rhyme nya. Tidak bisa dipungkiri permainan #rhyme di buku ini begitu apik.

aI put my clothes in the bag, it’s time for me to pack. No, this time I wont beg, for you to come back

atau

I love travelling to the beach, while you love the mountain. You’re now out of my reach, only time can heal my pain.

Beneren deh, buat yang doyan travelling buku ini bisa jadi referensi juga, dan buat yang belum bisa move on *ahemmm* buku ini menarik banget buat dibaca, at least kali aja bisa terinspirasi buat travelling kemana itu..buat ngilangin bayangan mantan yang selalu ngintil hihihii..trust me, you’re not alone gals 😀

Buat saya sendiri?? Buku ini 4/5 lah…

PS : btw, kalian @gelaph, @myahartono, @dendiriandi, @saputraroy Bagaimana kisah kalian setelah trave(love)ing ini? #kepo

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to trave(love)ing

  1. Dendi Riandi says:

    Wah terima kasih reviewnya.
    Klo mau tahu kelanjutan kisah kami, bisa dibaca di blog kami masing2
    Dendi: http://www.dendiriandi.com
    Roy: http://www.katakdankodokbersaudara.wordpress.com
    Gelaph: http://www.gelaph.com
    Mia: http://www.myaharyono.com

  2. Dendi Riandi says:

    Hai terima kasih reviewnya ya
    Kalo mau tau kelanjutan kisah2 kami, bisa dibaca di blog kami msg2.
    Alamatnya ada di bio twitter. Cari aja postingan sebulan terakhir ini.

  3. d'starz says:

    hmm..jadi tertarik baca bukunya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s